Minggu, 28 Oktober 2012

kasus etika dimasyarakat


TUBAN - Konser Bondan Prakoso dan Fade Two Black, dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional di lapangan Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Tuban, Jawa Timur, Sabtu (12/5/2012) siang kemarin ricuh. Salah satu acara dalam rangkaian peringatan Hardiknas yang di hadiri oleh Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh ini, mendadak menjadi ajang adu jotos antar sesama penonton.
Tampilnya Bondan Prakoso dan Fade Two Black ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Hardiknas. Acara ini juga dihadiri oleh Mendikbud Muhammad Nuh dan Bupati Tuban, Fathkul Huda. Untungnya, Mendiknas tak melihat aksi tawuran, karena sudah meninggalkan acara.

Acara hiburan yang di hadiri oleh para pelajar ini menjadi ajang adu jotos antar sesama penonton. Adu jotos ini di picu akibat saling senggol antar penonton.

Sejumlah petugas polisi yang berjaga di lokasi, langsung menangkap sejumlah penonton dan mengeluarkannya dari lapangan. Upaya ini di lakukan agar aksi tawuran tidak meluas.

Meski pihak panitia telah memberikan himbauan untuk tertib, bahkan Bondan Prakoso juga sempat menghentikan aksinya, dan menyarankan agar penonton tidak tawuran, tidak di gubris.

Aksi tawuran terjadi berulang kali dan sedikitnya tujuh kali tawuran terjadi, polisi pun tak segan-segan memukuli para pembuat kericuhan ini saat berhasil menangkapnya, dan dibawa ke samping panggung. Untuk membubarkan aksi tawuran, petugas pemadam kebakaran yang berada di lokasi juga langsung menyemprotkan air ke tengah penonton.

Aksi adu jotos tersebut terjadi berulang kali hingga acara hiburan ini berakhir. Seorang penonton perempuan pun jatuh pingsan, dan langsung di evakuasi oleh polisi ke belakang panggung.

Dalam aksinya Bondan Prakoso dan Fade Two Black menyanyikan tujuh single hit yang sudah tenar seperti ya sudahlah, kita untuk selamanya dan juga single yang lain.

Tanggapan saya :
Menurut pendapat saya pelajar yang menonton konser tersebut mempunyai etika yang tidak baik dan sangat tidak bermoral. Karena seharusnya sebagai orang yang berpendidikan pelajar tersebut harus bisa menahan emosi mereka dan tidak melakukan tawuran dihadapan umum. Pelajar harus sudah mulai dididik moralnya semenjak dini. Pendidikan etika harusnya sudah ada semenjak SD sampai SMA. Agar pelajar di Indonesia lebih beretika dan lebih bermoral lagi, serta tawuran semacam ini tidak terulang kembali karena dapat merusak moral anak-anak bangsa Indonesia.
Nama : Septarianingsih
Kelas : 4eb19

0 komentar:

Posting Komentar

 

itasepta Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez